Cangkir

boydeapakbisma

-Subang, STIE Sutaatmadja, Jumat 14 Mei 2010-

“Kalau lihat cangkir, Dea asosiasinya apa ?” tanya Pak Bisma, dosen di STIE Sutaatmadja.

“Makhluk berkepala bolong yang ada kupingnya,” sahut Dea

Boy, Sundea, Pak Bisma

Meski tak memakai subang (anting-anting, bahasa Sunda), saya percaya kuping cangkir cermat mendengar. Kepala yang bolong menunjukkan keterbukaannya diisi apa saja. Bisa teh, kopi, air putih, bahkan sesuatu yang bukan minuman jika kau mau.

Sifat cangkir ini terlihat pula pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Sutaatmadja, Subang. Telinga mereka menyimak sharing menulis bersama World Book Day Goes to School. Kepala mereka pun terbuka untuk berbagai pandangan baru. Penuh semangat, mereka bertanya ini dan itu,

Teman-teman di STIESA

“Saya lebih suka membaca daripada menulis.  Jadi bagaimana cara menuliskan apa yang saya baca?” tanya Redy, siswa SMKN I yang juga diundang ke acara sharing menulis hari itu.  “Apa kreativitas itu sesuatu yang sifatnya bawaan ?” tanya Asro, mahasiswa semester 6 STIESA. “Saya suka menulis, tapi suka bingung memulainya,” kata Wendah, mahasiswa semester 2 yang pernah memenangkan lomba menulis tentang pajak.

Asro bertanya

Hari itu Sundea meliput kegiatan World Book Day Goes to School sambil ber-sharing dengan teman-teman. Kepada mereka, Dea membagi rahasia penting menulis, “Jangan memaksa. Tulis apa yang kamu suka”. Menulis adalah sesuatu yang seharusnya menyenangkan seperti bermain.

Jika mengalami writer’s block ? Berhenti saja dulu.

Jika bingung membuat awal cerita ? Mulailah menulis dari bagian yang kau mau.

Jika sulit menulis dengan EYD ? Menulislah dengan bahasa yang dekat dengan tubuhmu.

Jika belum bisa menuliskan yang sudah kau baca ? Jangan khawatir; membagi bacaanmu dengan cara apapun adalah cara menuliskannya kembali.

Cair adalah kata yang tepat untuk menggambarkan sharing siang itu. Cairan itulah yang membuat cangkir-cangkir di perpustakaan STIESA terisi penuh ; termasuk cangkir kepala Mbak Sekar, Boy, dan Sundea dari World Book Day.

Mbak Sekar dari Forum Indonesia Membaca memberikan sambutan

“Kalau liat ujan, Dea asosiasinya apa ?” tanya Pak Bisma.

“Makhluk kurus-kurus yang jatuh ramai-ramai ke bumi,” sahut Dea

Kepala-kepala yang terbuka lapang menampung obrolan cair yang  jatuh meriah seperti garis-garis hujan.

Semoga membawa manfaat bagi kehidupan …

Zzzz ...

Sundea

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.